Minggu, 26 September 2010

SEBAB & HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGGUNAAN KOMPUTER

Banyak orang sering mengabaikan apa yang dinamakan cara duduk yang benar.
Padahal hal ini sangatlah penting sebagai dasar pola posisi ergonomis yang mana banyak aktivitas kerja dalam posisi duduk.

Misalnya mengetik di depan komputer. Meski bukan tipe pemanja yang mudah mengeluh, sekali-sekali Anda tentu pernah merasakan tak enak badan. Sakit punggung, mata pedih dan terus menerus mengeluarkan air mata. Merasakan seluruh otot dan urat badan kaku dan mengencang, sakit atau merasa tidak nyaman. Tangan, pergelangan tangan, jari, lengan dan siku terasa sakit seperti terbakar. Adakalanya tangan perih, dingin, ataupun kebas (kesemutan), dan kehilangan kekuatan dan koordinasi. Ketika terjaga tengah malam, badan satu sakit semua disertai pegal-pegal. Ingin rasanya segera memijat tangan, pergelangan, dan lengan.

Kalau muncul gejala sakit seperti itu, jangan anggap remeh. Coba dengarkan keluhan punggung Anda, juga keluhan bagian tubuh lainnya. Siapa tahu punggung Anda memang sedang mengalami masalah? Atau, barangkali anda terserang Repetitive Strain Injury (RSI).

Kegiatan yang selalu melibatkan keyboard dan mouse ini dapat menimbulkan cedera urat tangan, lengan dan bahu. Bisa dibayangkan, berapa ribu kali jari-jari tangan mengulang gerakan memukul tuts keyboard ketika sedang mengetik, misalnya. Apalagi tangan sambil mencengkeram dan menggeser-geser mouse. Lambat laun, tanpa disadari bisa terjadi akumulasi kerusakan pada badan secara keseluruhan.
Sesungguhnya semua risiko yang dialami para pekerja kantoran bukan semata-mata faktor kecerobohan – misal kurang memperhatikan posisi duduk yang benar. Namun bisa jadi disebabkan sarana kerja (meja kursi, komputer, lampu penerang ruangan) kurang mendukung kenyamanan dan kesehatan. Sebutlah, sakit pinggang jangan-jangan karena tempat duduknya tidak memberi kenyamanan tulang belakang. Atau, penataan perangkat komputer yang kurang tepat. Apalagi seharian (setidaknya delapan jam sehari – itu kalau tidak lembur) hanya duduk, sementara indera penglihatan terus melototi layar komputer dan jari-jari tangan sibuk memencet tuts keyboard. Karenanya sarana penunjang kerja perlu mendapat perhatian, tidak saja dari segi keselamatan, tapi juga kenyamanan dan kesehatan.

Mengatur Jarak Yang Nyaman Bagi Mata
Sebagaimana organ tubuh lain, mata juga memiliki keterbatasan
adaptasi dan sangat peka terhadap pengaruh lingkungan sekitar.
Tubuh biasanya akan menyesuaikan berapapun jarak yang dibutuhkan
agar mata dapat melihat secara nyaman. Namun pada kasus-kasus
dimana mata lelah kerap terjadi, posisi monitor komputer merupakan
hal patut diperhatikan pertama sekali. Komputer yang letaknya
tidak dirancang dengan baik akan bisa mengakibatkan posisi tubuh
yang janggal, dan akhirnya berpengaruh pada gangguan-gangguan mata
dalam fungsi penglihatannya. Yang menjadi perhatian dalam hal ini
adalah jarak antara mata dengan monitor komputer. Tidak ada
batasan pasti tentang jarak ini, dan masih banyak faktor lain
yang mempengaruhinya seperti besar monitor, namun para ahli
mematok paling tidak jarak 50-70 cm harus tercapai antara mata
dengan monitor. Ada pula sebagian ahli yang menyimpulkannya dalam
rumus yang didapat dengan mengkalikan lebar diagonal layar dengan
bilangan dua.

Selanjutnya bukan hanya jarak yang penting melainkan juga letak
tinggi monitor komputer. Posisi yang dianjurkan adalah meletakkan
monitor agak lebih rendah dari ketinggian mata, paling tidak letak
bagian tengah monitor antara 10-23 cm di bawah mata. Walaupun
membuat mata sedikit bergerak untuk melihat ke bawah, namun
penelitian sudah membuktikan bahwa mata akan bekerja lebih baik
pada jarak demikian. Dan hal ini dirasakan para ahli lebih baik
ketimbang meletakkan monitor lebih tinggi dari mata yang dapat
memicu kekakuan otot leher, punggung dan bahu. Ini juga yang
membuat mengapa di kebanyakan instansi kini letak monitor adalah
di bawah meja kaca transparan, dan rata-rata pemasangan komputer
meletakkan CPU (Central Processing Unit) yang lebih dikenal awam
sebagai mesin komputer di samping monitor atau di bawah meja.
Jarak dan tinggi kursi juga harus ikut diatur sedemikian rupa
agar telapak kaki tidak

Gangguan Muskuloskeletal
Gangguan Muskuloskeletal yang ditimbulkan akibat penggunaan komputer
mulai dari kelemahan otot dan tendon atau nyeri leher dan punggung sampai dengan
trauma yang kumulatif. Trauma kumulatif ini berhubungan dengan terdapatnya gerakan
yang berulang secara terus menerus untuk waktu yang lama yang disebut sebagai
Repetitive Strain Injury (RSI). Penyebab gangguan musculoskeletal ini antara lain
postur tubuh yang tidak sesuai terjadi terus menerus saat menggunakan komputer,
penyokongan punggung yang tidak sesuai, duduk dengan posisi yang sama dengan
jangka waktu yang lama dan desain ergonomik yang buruk.

Gejala yang ditimbulkanoleh RSI antara lain :
1. Kesesakan, ketidaknyamanan, kekakuan, kesakitan atau terbakar ditangan,
pergelangan tangan, jari – jari, lengan bawah dan siku
2. Perasaan geli, kedinginan atau mati rasa pads tangan
3. Kekakuan atau kehilangan kekuatan dan koordinasi tangan
4. Nyeri yang menyebabkan terbangun dimalam hari _
5. Memiliki keinginan untuk memijat tangan, pergelangan tangan dan lengan
6. Nyeri punggung, bahu atau leher yang berhubungan dengan penggunaan
komputer.

* Sakit. Leher
Sakit leher adalah penggambaran umum terhadap gejala yang mengenai
leher, peningkatan tegangan otot atau myalgia, leher miring atau kaku
leher.Gejala sakit leher antara lain nyeri, kekakuan, sulit digerakkan, mati
rasa dari leher sampai tangan, perubahan kulit pada leher. Lelah dan
kelemahan pada leher, lengan dan tangan. Pengguna komputer yang terkena sakit ini adalah pengguna yang menggunakan gerakan berulang pada
kepala seperti menggambar dan mengarsip, pengguna dengan postur yang
kaku.

* Nyeri Punggung
Nyeri punggung merupakan istilah yang digunakan untuk gejala nyeri
punggung yang spesifik seperti herniasi lumbal, arthiritis ataupun spasme
otot. Nyeri punggung juga dapat disebabkan oleh tegangan otot dan postur
yang buruk saat menggunakan komputer.

Gangguan Muskuloskeletal dapat diatasi dengan menggunakan pendekatan
ergonomik ditempat kerja. Berikut ini hal — hal yang diperlukan untuk membentuk
lingkungan kerja yang nyaman agar tidak mengganggu kesehatan dan produktivitas
kerja, yaitu :
1. Monitor
�� Berada diketinggian yang sama dan berdampingan dengan tempat arsip
�� Berjarak; 18 — 24 inchi dari wajah pengguna
�� Dapat dimiringkan dan dinaikkan

2. Keyboard
>�� Dapat disetel dan dilepaskanr>�� Diletakkan sejajar dengan lengan tanpa hams mengangkat siku
�� Pergelangan tangan sejajar dengan lengan bawah sehingga pergelangan tangan
tidak terlalu fleksi
�� Berada didepan monitor sejajar dengan letak mouse

3. Kursi
�� Menyokong punggung
>�� Dapat disesuaikan untuk memperoleh posisi yang sebenarnya dan memiliki
kemiringan yang dapat menyokong punggung
�� Ketinggian kursi dapat disesuaikan ketika pengguna berada dalam posisi duduk
�� Disokong oleh lima kaki
�� Dapat dipindahkan dengan mudahr>�� Memiliki bentuk yang dapat mendistribusikan berat badanr>
4. Meja
�� Memiliki ruang yang cukup untuk lengan
�� Memiliki ketinggian yang sesuai
�� Memiliki ukuratr yang cukup untuk meletakan komputer dan dokumen
r>5. Pergelangan Tangan dan tangan
�� Memiliki kedalaman minimum 2 inchi
�� Memiliki panjang yang sama dengan keyboard
�� Memiliki ketinggian yang sama dengan keyboard
�� Terbuat dari bahan yang lembut seperti busa atau jell
�� Memegang mouse dengan lembutr>

6. Pijakan kakir>
1. Dapat dimiringkan 10 sampai 20 derajat dari depan ke belakangli>
2. Memiliki ketinggian yang cukup untuk kaki pengguna yang tidak menyentuh lantai
li>
3. Memiliki tinggi 12 inchi dan lebar 20 inchi
4. Dapat dipindahkan dan memiliki berat yang cukup agar tidak mudah bergeserli>
5. Memiliki alas yang tidak licin.

Tips Ngetik Buta 10 Jari

Udah bisa ngetik buta 10 jari belum? Mengetik buta, maksudnya ngetik pake 10 jari tanpa melihat ke keyboard sama sekali! Orang yang udah expert ngetik kayak gitu, baginya kebot adalah medium untuk memvisualisasikan langsung apa yang dipikirkannya saat itu ke monitor. Jadi, urusan ngetik bagi dia adalah kerjaan jari-jarinya aja, sedang orangnya hanya memikirkan apa yang ingin dia ketik saat itu juga langsung terketik di layar kompie. Enak kan?

Bagi kebanyakan orang, biasanya urusan ngetik buta nggak terlalu mereka peduliin. Karena mereka mungkin berpikir yang penting bisa ngetik tuts kebot gitu aja udah cukup, nggak peduli kek cepet atau nggaknya? Tapi, kamu tau nggak? Anak lulusan SD di amrik udah bisa ngetik tanpa melihat kebot bahkan ngetiknya cepet banget! Karena mereka udah diajarin secara intensif oleh guru di skul, plus belajarnya sering dimaksimalin di rumah. Bagi mereka ngetik buta bukanlah hal yang aneh, malah udah biasa. Tapi bagi kita, ngetik buta merupakan hal yang luar biasa dan bisa memberi nilai plus bagi diri sendiri di mata orang lain.Nah, buat kamu yang ingin bisa ngetik pake 10 jari tanpa melihat kebot, berdasarkan pengalaman belajar otodidak yang aku alami sampe bisa ngetik seperti yang aku ceritain diatas. Kali ini aku mau ngasih tips-tips yang Insya Allah bisa bermanfaat buat kamu.

Follow my tips below…
1. Jangan melihat kebot ketika mengetik
Hal dasar yang harus dipegang oleh setiap Blind Typist adalah belajar mengetik tanpa melihat kebot. Kalo kamu baru pertama kalinya belajar ngetik buta, cobalah setiap kali mengetik inget-inget posisi tuts huruf yang kamu ketik. Nggak harus langsung diapalin semuanya, satu persatu aja. Kalo kamu bisa ngapalin letak tuts ponsel dengan gampang, kebot juga nggak jauh beda.
2. Usahakan selalu meletakkan jari-jari kamu dengan benar
Setelah mengetik satu, dua kata atau lebih, pastikan dan biasakan posisi jari-jari kamu berada diatas tuts yang bener. Dalam hal ini, taruh kedua telunjuk tangan kiri kanan kamu diatas tuts F dan J ketika mengetik.
3. Ngetik memakai jari yang sesuai
Setiap kebot (qwerty) memiliki letak tuts-tuts yang disesuaikan dengan jari tangan manusia. Jadi, jari-jari tangan kamu tuh punya tugasnya masing-masing. Aku kasih contoh tugas “reguler” untuk jari-jari kamu dibawah ini :
o Jempol kanan atau kiri untuk tuts Spacebar (spasi), bisa bergantian sesuai selera kamu.
o Telunjuk kiri untuk tuts huruf F, R, T, C, V dan B.
o Telunjuk kanan untuk tuts huruf J, U, Y, N, M dan B.
(Huruf B bisa diketik oleh telunjuk kanan atau kiri tergantung apa kamu kidal atau kadal? )
o Jari tengah kiri untuk tuts huruf E dan D.
o Jari tengah kanan untuk tuts huruf I, K dan tanda koma ( , ).
o Jari manis kiri untuk tuts huruf W, S dan X.
o Jari manis kanan untuk tuts huruf O, L dan tanda titik ( . ).
o Jari kelingking kiri untuk tuts huruf Q, A dan Z.
o Jari kelingking kanan untuk tuts huruf P, titik dua ( : ), slash atau garis miring ( / ) dan tanda tanya ( ? ).
Biasakan jari-jari kamu untuk mengetik tuts kebot sesuai dengan tugasnya masing-masing
4. Hidupkan jari-jari kamu yang “mati”
Kendala yang pertama kali aku hadepin ketika belajar ngetik adalah jari-jariku yang lain seperti jari tengah, jari manis dan kelingking nggak bisa digerakkan sama sekali alias “mati” kalo lagi ngetik. Bahkan ngetiknya tuh nggak seimbang, di tangan kiri yang ngetik cuma telunjuk sama jari tengah aja sedangkan di tangan kanan kedua jari tersebut dipake dan satunya lagi pake jari manis, itupun kadang-kadang. Mungkin kamu juga ngalamin hal yang sama. Nah, yang harus kamu lakukan adalah HIDUPKAN jari-jari yang mati itu. Coba deh digerakkan, walaupun susahnya minta ampun, kalo berhasil hidup dan terbiasa, percayalah itu adalah kendala terberat yang harus dilewati oleh pemula.
5. Fokus pada apa yang ingin kamu ketik
Arahkan pikiran kamu pada apa yang ingin kamu ketik. Jadi, pandangan kamu ketika ngetik harus melihat ke layar kompie atau lihat blinking kursornya dan FOKUS! Inget, jangan melihat atau ngintip keyboard! Ngintip sekali-kali boleh, tapi jangan keseringan.
6. Ngetik dengan hemat dan efisien
Ketika ngetik jangan nge-sok cepet atau sok lancar laa.., ngetik aja dengan santai jangan terburu-buru. Usahain efektifkan keakuratan ketikan kamu, jangan sampe ada yang salah ketik. Biarkan ketikan kamu mengalir apa adanya, walaupun lemot no problemo! Semakin lambat dan akurat ketikan kamu ketika belajar, semakin cepat ketangkasan ngetik kamu meningkat! Dijamin…!!
Aku belajar ngetik tiap hari secara otodidak sampe bisa expert kayak gini tuh memakan waktu dua bulan lebih. Selama belajar itu aku sempet down 2 minggu, malah aku pernah kepikiran nggak mau belajar-belajar ngetik lagi, soalnya belajar sendiri tanpa pembimbing itu susaaah banget! Beneran deh!
Tapi, ketika semanget juang belajarku on fire lagi akhirnya aku bisa ngetik buta pake 10 jari tanpa melihat! Bangga gitu loh, hehe… Sekalian aku mo numpang narsis nih, dibawah ini kamu bisa lihat typing test result dari program TypingMaster v6.30 (versi demo) yang aku jalanin kemaren pagi.


Cara Cepat dan Tepat Ngetik 10 Jari

Komputer Dasar
Semakin hari dunia teknologi semakin canggih, maju dan berkembang begitu pesatnya. Mau tidak mau kita harus mengikuti kemajuan teknologi tersebut. Setidaknya kita mengenal komputer dan bisa mengoperasikannya. Dapat kita lihat dilapangan, bahwa ilmu komputer sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, dan sudah banyak terjadi disekeliling kita, baik perusahaan-perusahaan besar sampe perusahaan kecil pun sudah memanfaatkan teknologi komputer.
Saya sering menjumpai para pekerja yang menggunakan jasa komputer dalam mengoperasikannya, khususnya untuk pengetikan, masih banyak menggunakan 11 jari. Mengetik dengan 10 (sepuluh) jari pastinya dambaan setiap orang, karena selain mempercepat kinerja kita, ngetik 10 (sepuluh) jari juga sangat efektif, karena tidak harus fokus melihat keyboard. kita bisa ngetik sambil ngobrol misalnya, enjoy sambil dengerin musik sambil bantuin atau ikutan nyanyi, dsb.
Jika kita hitung jumlah tombol keyboard, paling hanya sekitar 106 hingga 110, tergantung dari jenis keyboard dan merknya. Kalau tidak salah ingatan saya, dulu saya mulai memakai komputer sejak sekitar tahun 1994. Selama itu, hanya untuk menghafalkan letak 100an tombol keyboard saja saya hingga sekarang belum bisa. Padahal hampir tiap hari saya selalu berada di depan komputer. Mungkin bisa dikatakan separuh dari waktu saya tiap hari ada di dekat komputer.
Itu yang menjadi dasar keinginan saya beberapa hari yang lalu untuk menghafalkan letak tombol-tombol keyboard dan belajar mengetik dengan 10 jari.

Mengetik dengan 10 (sepuluh) jari pastinya dambaan setiap orang, karena selain mempercepat kinerja kita, ngetik 10 (sepuluh) jari juga sangat efektif, karena tidak harus fokus melihat keyboard. kita bisa ngetik sambil ngobrol misalnya, enjoy sambil dengerin musik sambil bantuin atau ikutan nyanyi, de-el-el.

Dalam pengetikan 10 (sepuluh) jari, secara otomatis kita akan mengetahui kalo jari-jari kita melakukan kesalahan, “menekan tombol bukan jatahnya” meskipun kita tidak melihat pada keyboard dan bahkan layar monitor.Ini dikarenakan tangan, hati, pikiran, dan keyboard telah menyatu. nah trus gimana untuk melakukan hal tersebut?

Caranya sangat mudah, sekarang anda coba raba-raba setiap huruf pada keyboard, kemudian rasakan apakah ada perbedaan antara huruf “F” dan “J” dengan huruf-huruf yang lain? Kalo anda merasakan ada perbedaan, berarti anda telah menemukan kuncinya. Kalo belum merasakan perbedaannya, berarti keyboard anda sudah 20 tahun belum ganti2, hehehehehheeee….,,,
trus gimana dunx cara untuk membuka kunci tersebut?.

Caranya :
Pada keyboard, antara huruf “F” dan “J” di design secara berbeda, (walah bahasanya?) yaitu terdapat jendolan atau pentolan atau apa ya bahasanya yang enak di dengar, atau …… benjolan aja dah. Nah itu maksudnya alias fungsinya, sebagai pondasi atau patokan dimana jari2 tangan kita tetap stand by, dan yang mendapatkan jatah untuk huruf “F” dan “J” adalah jari telunjuk. Kalo jari telunjuk keluar dari jatahnya baik ke kiri atau ke kanan satu langkah pun, maka kesalahan yang anda dapatkan.

Selanjutnya, untuk jatah jari-jari yang lain, misalnya tangan kiri, adalah 3 (tiga) huruf sebelum huruf “F” dan jari-jari tangan kanan yaitu sesudah huruf “J”. sedang untuk gerak-gerik jari-jari kedua tangan adalah ke arah kiri. sebagai contoh, jatah jari kelingking adalah huruf “Q, A, Z” dan begitu juga jari-jari yang lain.

Untuk penggunaan spasi sangat di anjurkan dengan menggunakan ibu jari.
sedangkan angka atau nomor pada keyboard “sebelah kanan” nomor yang ada jendolannya adalah nomor 5, dan di jatahkan untuk jari tengah, dan gerak-gerik jari ke arah atas dan bawah.

catatan :
1. setiap jari-jari anda keluar dari jatahnya, langkah yang paling tepat adalah cari benjolan atau huruf “F” dan “J” untuk jari telunjuk.
2. geser satu huruf saja jari anda keluar dari jatahnya, akan mengakibatkan kesalahan yang fatal “sadis banget” hehhheee…..,
misalnya, anda mau mengetik kata “JASA” tetapi jari telunjuk pada tangan kiri geser satu langkah yaitu di huruf “G” maka hasilnya “JSDS”. tuh kan fatal?.

Sabtu, 25 September 2010

SALAHKAH AKU

Ya Allah.... Salahkah aku atas perasaan ini, yang tak dapat kubendung lagi. Atau apakah aku terlalu berlebihan, terlalu mendramatisir keadaan....??? Sampai kapan Ya Allah, derita ini akan menyiksa diri.

Ya Allah.... Ampuni hamba Ya Allah.... Hamba yang sempat meragukan kekuasaanmu. Hamba berserah diri hanya padaMu Ya Allah, dan hamba juga meminta hanya padaMu. Tunjukkanlah hamba jalan lurusmu. Berikanlah hamba kemudahan dalam menghadapi ujian-ujianMu Ya Allah.

Ya Allah.... Gantikanlah kesulitan ini dengan kemudahan. Gantikanlah kesedihan ini dengan kebahagiaan. Hamba yakin dengan kekuatanMu Ya Allah... Tunjukkanlah kuasaMu Ya Allah....

Rabu, 24 Februari 2010

Takut


Seberkas sinar mulai menerangi ruang hatiku yang kelam dari kejauhan. Aku yang slama ne tlah jenuh dengan kegelapan berharap sinar itu bakal menghampiri dan menemaniku tuk slamanya. Tapi aq g’mau berharap banyak, karna aku takut bakal kecewa tuk kesekian kalinya.

Aq g’tau apakah ini cinta atau hanya sekedar suka. Yang jelas, aku senang nerima sms darinya, bahkan g’jarang aku tersenyum sendiri mbaca smsnya. Ada sesuatu yang muncul dihatiku kala aq ingat dia. Kalo harus jujur, g’bisa kupungkiri “inginku dengannya”.

Begitulah perasaanku, tapi aku nggak tau gimana perasaannya terhadapku. Inginku selami perasaannya, tapi aku takut hanyut................


Ya Allah...... Tuntunlah hatiq......

Sabtu, 28 November 2009

WHY

Inginku lari dari kenyataan ne.... menembus semua mimpi dan khayalku, tapi sayang ternyata aku nggak mampu.

Ingin kututup telinga dan mata dari mereka, mereka yang tlah menerima undangan darinya selalu menyebut namaku, bahkan ada yang langsung mempertanyakannya padaku, aku harus jawab apa, sedangkan undangan itu g’pernah sampai di tanganku, tapi mungkin lebih baik begitu, karna aku nggak kan sanggup melihat photo di Undangan tersebut, bahkan untuk membayangkannya saja aku tak kuasa.

Pagi ne kutersadar dari kebodohanku, saatku tersentak mendengar berita seseorang di sekitarku yang ngotot minta cerai sama suaminya, walaupun dah dinasehati kalau perceraian itu dibenci oleh Allah, namun tetap saja dia minta cerai bagaikan seorang pencandu narkoba yang kehabisan obatnya, seolah-olah hanya dengan cerai dia bisa tenang. Ya, bagaimana dia bisa tenang tinggal serumah dan tidur dengan suaminya yang ternyata tlah menghamili cewek lain, bahkan telah menikahi cewek tersebut tanpa sepengetahuannya. Wanita mana yang nggak kan sakit?

Mencoba menyelemi perasaan cewek tersebut, sedihku g’da apa-apanya dibandingkan sedih yang dialaminya. “Brarti dy bkn jodohmu...shrs na qm brsyukur qm mengalami khancuran sblm qm menikah....cba qm bygkn khncuran ini qm alami dsaat qm tlah menikah....q yakin qm ga bkal sanggup ngadapi na...” komentar salah seorang teman FBku yang lama terngiang2 di benakku. Apa yang dikatakannya benar, benar sekali.... Sebenarnya apa yang kualami ini belum seberapa dibanding yang dialami oleh wanita2 lain disana, belum ada yang terlanjur, belum ada yang berkurang, aku masih sama seperti dulu, hanya saja waktu yang nggak bisa kutarik kembali, masa mudaku yang tlah terbuang sia-sia, kenangan-kenangan yang slalu menghantuiku setiap saat. Harapan yang tlah sirna terkadang membuatku lunglai melangkah, entah aku yang terlalu berharap banyak dengannya, entah dia yang terlalu memberikanku harapan yang membuatku terbuai dalam mimpi-mimpi indah bersamanya. Tapi, kini semua tinggal hanya mimpi-mimpi, semua tlah sirna....

Inginku tegar menghadapi ne semua, tapi terkadang kutak kuasa. Tlah kupaksakan tuk tersenyum tuk menutupi lukaku, namun gurat kesedihan itu masih jelas terlihat, karna mataku nggak bisa berdusta. Tlah kucoba bangkit, tetap beraktifitas dan tertawa, namun tawaku sumbing, aku juga nggak bisa konsen pada setiap apa yang kukerjakan. Terkadang aku juga benci dengan kelemahanku ini, aku benci dengan ketidak berdayaanku, disini aku terkulai lemah dan tak berdaya, tapi mungkin dia disana sedang berbahagia, sibuk mempersiapkan datangnya hari H itu. Mengapa aku harus sedih, apa yang kutangisi, untuk apa aku memikirkan orang yang jelas2 tlah menyakitiku????

Kamis, 26 November 2009

TANGISAN SANG ANAK

Ada seorang anak terjatuh sehingga menyebabkan luka yang teramat parah. Sang Ibupun bersegera mengobati luka anak tersebut dan bilang, “nggak usah nangis nak, ntar juga bakal sembuh”. Tapi sang anak tetap nangis, karna hanya dia yang dapat merasakan bagaimana rasa sakit yang dialaminya. Setelah lukanya dibalut rasa sakit itupun nggak langsung hilang total, setiap melangkah rasa pedihpun terasa, sehingga sang anakpun terpuruk dalam kesakitan itu. Butuh waktu yang lamat untuk dia bisa berlari kembali, bahkan sampai bertahun-tahun bekasnyapun mungkin nggak akan hilang di kakinya. Kejadian itu sangat tragis, dan nggak akan mungkin dilupakannya seumur hidupnya.

Tapi, dihati kecilnya masih ada rasa syukur, syukur nggak sampe cacat. Masih untung walaupun sebenarnya sangat menderita... Penyesalan terkadang hadir menyelinap andaikan dia dulu nggak ke tempat itu, andaikan dulu dia nggak maen terlalu jauh, mungkin dia g’kan jatuh.... tapi itulah takdir, mungkin dia emang tlah ditakdirkan tuk begitu, mungkin itulah jalan hidupnya, penuh cobaan dan rintangan.

Terkadang sang anak merasa lelah dengan kesendiriannya, dia sendirian dan hanya bisa memandangi teman-temannya yang bersuka ria bermain dan berlari, sedangkan dia.... G’da temannya yang mau duduk disampingnya, mereka asyik dengan permainan masing-masing, mereka g’tau bahwa sang anak kesepian, butuh tempat tuk ngobrol, berbagi, dan mencurahkan isi hati, di juga butuh perhatian dan kasih sayang....

Dalam kesendiriannya sang anak bergumam, “Aku harus kuat, aku g’boleh larut dalam keterpurukan ini”, tapi kemudian dia bergumam lirih, “tapi bagaimana aku bisa, kalau setiap langkah langkah kakiku masih terasa perih....”

Selasa, 24 November 2009

HANCUR HATIKU


Akhirnya, saat itu datang juga. Undangannya tlah disebar, walaupun belum ada yang kuterima, kemungkinan aku nggak diundang atau undangannya belum nyampe. Wajah santai tanpa ekspresi apa-apa saat ada yang bilang kalo dia tlah diundang, aku berusaha setegarnya di depan orang itu, tapi dibelakangnya air mata ini langsung mengguyur tak terbendung lagi. Jujur, slama ini aku nggak pernah percaya kalo dia benar2 bakal meried, aku anggap ne hanya cerita bohongnya agar aku melepas dan melupakannya, karna cinta kami mang nggak kan bisa bersatu. Tapi, sekarang aku harus bisa menerima kenyataan ne, dia bukanlah untukku, dia tlah jadi milik orang lain. Dia g’kan pernah nemanin hari-hariku lagi, g’kan ada cerita cinta diantara kami lagi. Dia benar-benar tlah pergi.....

Cerita tinggal cerita, impian tinggal impian, semua tlah musnah. Aku g’habis pikir, kenapa secepat itu dia bisa melupakan semuanya, kenapa dia setega itu? Aku benci dia... aku benci...

Aku nggak kuat, ternyata aku g’setegar itu.

24 November 2009